Kinipan – sebuah film tentang penebangan hutan hujan di masa pandemi

Poster Doku KINIPAN Pembela lingkungan Feri Irawan dan rimbawan Basuki Santoso menguak hubungan antara penebangan dan pandemi (© WatchDoc / Global Film)

2 Apr 2021

Film dokumentasi baru „Kinipan“ dari WatchDoc bikin kejutan di Indonesia. Film ini menceritakan bagaimana dua pembela lingkungan melakukan penelitian hubungan antara perusakan hutan hujan dan pandemi. Justru di masa Covid-19 muncul peraturan hukum dan program ekonomi baru yang sangat mengancam hutan hujan.

Walaupun sudah tengah malam di Kinipan, sebuah desa terpencil, namun di sebuah tempat luas di sana terang benderang. Wartawan investigasi Indonesia dan sutradara Dandhy Laksono telah kembali mengambil langkah yang tidak mudah dan mempertunjukkan film barunya „Kinipan“. Pertunjukkan perdana istimewa yang berlangsung di tengah-tengah Kalimantan. Sebuah tempat yang menjadi simbol perlawanan masyarakat adat Dayak menentang perusakan hutan hujan.

Secara bersamaan film ini juga ditampilkan WatchDoc di desa Pangkalan Ranjau - Jambi, sebuah desa yang terkepung oleh perkebunan sawit dan proyek perlindungan hutan internasional yang salah arah. Masyarakat di provinsi Jambi merasa oleh film ini akhirnya bisa dimengerti dan ditanggapi serius. Sebab film ini berbicara tentang kehidupan mereka, demikian laporan Feri Irawan - pembela lingkungan dan tokoh protagonis di film Kinipan.

Dalam film berdurasi 145 menit itu ia dan rimbawan Basuki Santoso dimasa Covid-19 menjelajah ke sisa hutan terakhir di Indonesia. Kerja mereka - melindungi hutan dan mereboisasi - menjadi lebih sulit karena lockdown dan juga politik yang mengancam hutan hujan dan kehidupan masyarakat adat dan lokal.

Mereka berdua melakukan penelitian bagaimana politik ekonomi yang untuknya sumber daya dan lahan yang luas dilahap, pandemi dan penebangan saling berhubungan. Mereka mengungkap kegagalan program perlindungan hutan yang juga dibiayai Jerman. Selama itu mereka berjumpa dengan peneliti kelelawar, ahli harimau, tapi juga pedagang hewan liar. Mereka juga berbicara dengan masyarakat yang putus asa karena mereka sebenarnya ingin menghentikan perusakan alam tapi dipukul bahkan dipenjara karenanya.

Situasi selama pandemi memuncak karena sekumpulan peraturan baru penyelamatan perekonomian Indonesia, berbagai proyek infrastruktur dan program pertanian besar seperti Food-Estates membuat alam jadi rusak. Mereka mengesampingkan perlindungan hutan yang telah dilindungi secara hukum. Program Food Estate menelan hutan Indonesia dan menyebabkan kelaparan dan perusakan lingkungan

Tanggal 1 april 2021 sejumlah 45 kelompok masyarakat adat di Indonesia telah menyaksikan pertunjukkan perdana film „Kinipan“. Reaksi mereka luar biasa dan penuh semangat mengatakan: "Film ini memperkuat kita! Film ini menyentuh hati hingga saya tidak mampu melihat lagi! Ketidak adilan, keserakahan, korupsi! Film ini menginspirasi kita dan terima kasih WatchDoc!"

Penduduk di ratusan desa lainnya bisa menonton film ini yang merupakan produksi internasional WatchDoc yang ketiga. Film ini lebih banyak menarik perhatian dari pada film dokumentasi sebelumnya „Asimetris“.