Pembangkit Listrik Tenaga Air tidak ramah lingkungan dan netral iklim

Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air Itaipú di sungai Paraná di perbatasan Brazil dan Paraguay (© flickr/deniwlp84 (CC BY 2.0))

20 Agu 2021

Pembangkit Listrik Tenaga Air meskipun sumber energi terbarukan namun tidak netral iklim dan ramah lingkungan. Hasil ini berdasarkan studi internasional yang baru dari 13 ilmuwan. Bendungan dan waduk merusak biodiversitas dan hanya sedikit sumbangannya bagi perlindungan iklim.

Oleh perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Air maka sungai-sungai di dunia dengan jumlah panjang total 260.000 kilometer terancam, demikian peringatan Senckenberg-Gesselschaft für Naturforschung. Amazon dan Kongo juga terkena.

Bersamaan itu para ilmuwan menunjukan bahwa bendungan-bendungan berandil sedikit bagi perlindungan iklim karena hanya menghasilkan kurang dari 2% dari energi terbarukan yang dibutuhkan hingga 2050 untuk menahan kenaikan temperatur dunia di bawah 1,5 derajat Celcius.

„Kita harus mencegah jangan sampai perairan menjadi pecundang terbesar dari Perjanjian Paris. Energi terbarukan tidak bisa disamakan dengan energi yang ramah lingkungan dan netral iklim“, jelas Prof. Dr. Klement Tockner, seorang ekolog perairan dan Direktur Jendral Senckenberg Gesellschaft für Naturforschung: „Perlindungan iklim dan biodiversitas tidak boleh dipisahkan; kedua tantangan itu harus diatasi bersama, kalau tidak langkah-langkah ramah iklim akan berdampak besar merusak lingkungan.“

Bendungan dan waduk meggambarkan intervensi buruk yang besar bagi keseimbangan air dari sistem sungai. Secara ekologis habitat-habitat yang sangat penting akan lenyap dalam banjir dan beton. Pengangkutan bahan gizi dan sedimen jadi terputus. Vegetasi dan lumpur yang membusuk yang terendam di air menghasilkan emisi gas rumah kaca. Banyak waduk di wilayah tropis merupakan tempat berkembang biak berbagai patogen. 40 hingga 80 juta manusia telah diungsikan, banyak yang lainnya telah kehilangan wilayah menangkap ikan dan lahan pertanian.

Bagi Konferensi Perlindungan Alam Dunia di bulan Oktober para ilmuwan menyerukan agar dipikirkan dengan matang antara kepentingan memperluas Pembangkit Listrik Tenaga Air dan melestarikan perairan yang utuh. Alternatifnya adalah hemat energi dan energi angin serta energi matahari. Alih-alih menghasilkan produksi listrik dengan maksimal, dampak pembangkit listrik harus diminimalisasikan dan harus dibuat langkah-langkah penyeimbangan biodiversitas. Beberapa pembangkit listrik yang ada harus dihentikan kerjanya dan sungai-sungai harus kembali dibenahi.

Sekarang ini di seluruh dunia terdapat sedikitnya 58.000 bendungan besar dan kemungkinan beberapa juta bendungan yang lebih kecil.

Informasi berikutnya:

- Keterangan pers dari Senckenberg-Gesellschaft tanggal 11 Agustus 2021: Terputus: Sungai-sungai dengan jumlah panjang keseluruhan lebih dari 260.000 kilometer terancam

https://www.senckenberg.de/de/pressemeldungen/unterbrochen-fluesse-von-ueber-260-000-kilometern-gesamtlaenge-gefaehrdet/

- Studi lengkap dalam bahasa Inggris: Navigating trade-offs between dams and river conservation, 10 August 2021:

https://www.cambridge.org/core/journals/global-sustainability/article/navigating-tradeoffs-between-dams-and-river-conservation/6ADB5F2FB8C7D5B3B35AEF5F87541F22