Larang jalan aspal di hutan gajah!

Gajah Gajah Borneo butuh hutan hujan yang terlindungi (© Bas Leenders CC BY SA 2.0)

Kekayaan Sabah adalah alamnya. Pariwisata adalah pendapatan daerah yang terpenting. Kini jalan aspal baru mengancam hutan yang unik itu. Pembuat film satwa yang terkenal David Attenborough memperingatkan bahaya jalan baru tersebut! Tolong tandatangani: Larang jalan aspal baru di hutan gajah!

seruan

Kepada: Perdana Mentri Najib Razak, Ketua Mentri Musa Aman

Gajah Borneo di Sabah terancam oleh jalan aspal dan jembatan di dekat kota Sukau. Proyek ini tidak boleh dilaksanakan agar satwa disana bisa hidup bebas.

Membaca surat

David Attenborough menyokong tuntutan para aktivis lingkungan, demikian suratkabar The Guardian. Ia memperingatkan bahwa jembatan diatas sungai Kinabatangan memiliki dampak yang buruk bagi hewan. Indahnya panorama Sabah akan jadi rusak.

Gajah Borneo di Sabah sungguh memukau tapi jumlahnya sedikit. Lebih memilukan lagi adalah tatapan gajah yang dibunuh oleh pemburu liar: Mereka memotong kepala seekor gajah cukup setengahnya saja agar bisa mencabut taringnya. Dari seekor gajah jantan yang bernama Sabre, aktivis satwa pada bulan Desember hanya menemukan tulang-tulangnya saja. Hingga kini pemburuan liar gading di hutan hujan Sabah hampir tidak dikenal, dimana disana juga hidup burung enggang, beruang madu dan orang utan.

Kegiatan berdarah mereka bisa mudah masuk bila di atas sungai Kinabatangan dibangun sebuah jembatan. Lebih parah lagi: sebuah jalanan direncanakan dibangun melewati cagar alam Tabin yang selama ini tidak bisa ditembus. Hal ini menjadi pintu gerbang bagi pemburu, penduduk gelap, pencuri kayu dan juga industri minyak sawit yang semakin meluas. Rute mengembara lebih dari 350 gajah dipotong-potong dan mereka didesak terus hingga habitatnya selalu menjadi lebih kecil dari yang semula. Dengan begitu resiko gajah menyerbu desa-desa, kebon dan perkebunan yang bisa berakibat kematian, akan menjadi besar.

“Di mata saya jembatan di Sukau menjadi jembatan pemusnah satwa dan manusia“, ujar ilmuwan Benoit Goossens yang meneliti di daerah tersebut. Proyek pembangunan itu malah merusak ekowisita yang baru saja tumbuh subur.

Awal Januari telah ditebang ribuan pohon besar untuk pembangunan rumah dan gudang, meskipun tidak memiliki AMDAL. Kita harus segera bertindak!

Tolong bantu melindungi gajah di Sabah dan tandatangani petisi kami.

Latar belakang

Suaka kehidupan liar Lower Kinabatangan Wildlife Sanctuary terletak di utara Borneo di negara bagian Sabah. Di wilayah seluas 26.000 hektar hidup sebelas spesies primata dan gajah Borneo yang langka (Elephas maximus borneensis). Kisaran gajah Lower Kinabatangan Managed Elephant Range seluas 40.000 hektar dan tumpang tindih dengan suaka satwa.

Terdapat sekitar 350 gajah Borneo di Kinabatangan. Di seluruh Borneo jumlahnya sekitar 2000 ekor.

Wilayah suaka terfragmentasi

Wilayah suaka kehidupan liar sangat terfragmentasi dan tidak membuat satu kesatuan. Di beberapa sudut di sungai Kinabatangan masih belum terlindungi.

Pengaspalan jalan berkerikil menghubungkan wilayah Sukau dengan desa Litang dan Tomanggong yang satu sama lain berjarak 40 kilometer.

Surat

Kepada: Perdana Mentri Najib Razak, Ketua Mentri Musa Aman

Yang terhormat Perdana Mentri Dato' Seri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak, yang terhormat Ketua Mentri Datuk Seri Panglima Musa Haji Aman,

Di wilayah suaka kehidupan liar Lower Kinabatangan Wildlife Sanctuary hidup orang utan yang terancam punah, bekantan dan banyak primata lainnya. Ratusan gajah Borneo juga hidup di sana. Para ahli biologi sangat mengenal sungai Kinabatangan.

Namun Anda kini merencanakan membangun jembatan di atas sungai Kinabatangan dan mengaspal jalanan di tepi sungai tersebut. Hal ini mengancam kehidupan hewan yang sebelumnya sudah menderita akibat fragmentasi habitatnya yang terus meningkat.

Para ahli biologi mengkhawatirkan bahwa projek ini tidak lama lagi akan mengakibatkan musnahnya populasi gajah.

Suaka kehidupan liar Lower Kinabatangan Wildlife Sanctuary sangat baik bagi ekowisata. Banyak penduduk yang kini hidup dari pariwisata internasional. Tolong perhatikan bahwa harta pusaka ini bisa hancur oleh pembangunan jalanan dan jembatan.

Tolong Anda hentikan proyek yang secara ekonomi tidak menguntungkan ini dan mengancam habitat satwa langka.

Dengan hormat

Please sign

Help us reach 250.000:

238.090
aktivitas sebelumnya