Kebakaran di Kalimantan: Orang utan butuh pertolongan

Dokter hewan Karmele Llano-Sanchez memeriksa ibu orang utan. (© IAR)

Dengan koper medis, jaring ikan, kotak jinjing dan masker pelindung pernafasan para aktivis orang utan bekerja dalam asap yang beracun ini. Hampir setiap hari mereka dipanggil untuk menyelamatkan hewan dari bahaya kebakaran. Mereka memadamkan dan melindungi hutan dari kebakaran. Kami kumpulkan sumbangan untuk pekerjaan mereka.

Sudah lima hari hutan itu terbakar dan apinya semakin mendekat. Dengan tenaga penghabisan seekor ibu orang utan berusaha melindungi anaknya dari asap yang berbahaya.

Akhirnya datang penyelamatan:

Penduduk desa terdekat melaporkan hal itu pada aktivis dari International Animal Rescue Indonesia. Dokter hewan dapat membius kedua orang utan, menangkapnya dengan jaring dan merawatnya. „Ibu orang utan tersebut terdehidrasi dan kelaparan“, ujar Ayu koordinator IAR. Anak orang utan keadaannya semakin baik – dan keduanya dapat segera dilepas di hutan terdekat agar bebas.

„Kami sangat khawatir bahwa api tidak bisa berhenti dan orang utan tewas, bila kami tidak segera datang“, ujar dokter hewan Karmele Llano-Sanchez. „Juga pusat perawatan kami terancam oleh api ini.“

Tim penyelamat orang utan mengharapkan pertolongan agar mereka dalam keadaan yang sulit ini tidak hanya bisa menolong hewan, tapi juga melindungi pusat perawatan mereka. Selain itu mereka memperkerjakan sukarelawan untuk memadamkan kebakaran dan melindungi hutan yang masih eksis.

Yang dibutuhkan antara lain:

. Peralatan pemadam kebakaran (800 €)

. Peralatan GPS, sepatu bot, kamera untuk patroli dan tenda (keseluruhan 1000 €)

. Sebuah perahu kecil (sekitar 1300 €)

Terima kasih atas sumbangannya. Tolong turut andil petisi kami pelaku pembakaran harus ditutup selamanya kepada Presiden Jokowi.

tentang sumbangan Anda

data aman Data Anda dikirim dengan kode.

sumbangan Anda untuk hutan hujan

€ ,00

Menulis langsung sumbangan disini

aktivitas sebelumnya