WHO menuntut penghentian perdagangan hewan liar!

pasar satwa Perdagangan hewan masih hidup dan ditangkap dengan liar berisiko atas penyakit baru. (© Sony Herdiana/shutterstock.com)

20 Apr 2021

Selamatkan Hutan Hujan dengan beberapa pelindung lingkungan lainnya di Februari 2020 telah menuntut agar pasar hewan liar seperti di kota Wuhan ditutup. Kini Organisasi kesehatan dunia WHO menopang tuntutan itu dengan sebuah pedoman baru.

Sesaat setelah menyebarnya pandemi Covid-19, pasar seafood Huanan di kota Wuhan - China menjadi tersangka tempat asal munculnya virus tersebut. Selamatkan Hutan Hujan dengan beberapa pelindung lingkungan lainnya oleh karenanya di Februari 2020 telah menuntut agar pasar hewan liar seperti itu ditutup. Kini PBB menopang tuntutan itu dengan sebuah pedoman baru.

Organisasi kesehatan dunia WHO menuntut pemerintahan di dunia untuk melarang perdagangan binatang mamalia masih hidup dan ditangkap di alam liar yang dijual di pasar-pasar tradisional. Ini adalah perintah darurat untuk menghindari penyebaran penyakit menular baru. Hal ini berlaku hingga risiko sudah dianalisa dan pedoman kesehatan sudah diperbaiki.

70 % dari penyakit zoonosis yang disebut seperti SARS, Ebola dan Covid-19 awalnya berasal dari hewan. „Mamalia yang hidup liar berpotensi mengandung risiko besar atas perkembangan penyakit baru“, demikian pernyataan WHO. Di pasar hewan liar virus yang terdapat di air liur, darah, kotoran atau urin hewan bisa sangat menginfeksi manusia.

Patogen yang terdapat pada burung juga dapat menulari manusia seperti yang terjadi pada wabah flu burung tahun 1997.

Pada kasus Covid-19 adalah sangat mungkin sekali bahwa virus ini berasal dari kelelawar dan lewat hewan perantara menyebar ke manusia. Fokus dugaan hewan perantara ini adalah trenggiling.

Para ahli WHO memahami bahwa jutaan manusia sangat tergantung pada pasar tradisi untuk membeli makanan. Selain itu pasar ini juga memberi nafkah bagi para pedagang. Tapi bersamaan dengan itu juga pasar ini menjadi bahaya infeksi bagi semua di pasar termasuk pembeli. Di banyak negara daging hewan liar menjadi simbol status dan makanan lezat dan malah disajikan oleh restauran mahal. Di restauran yang paling terancam adalah pekerja di dapur.

Tapi pasar hewan liar hanyalah sebagian dari permasalahan. Cepatnya penebangan hutan hujan berandil besar atas risiko pandemi baru itu. Karena manusia menjarah alam dan menebang hutan serta berada sangat dekat dengan hewan liar, maka hewan ini akan dapat dengan sangat mudah dan cepat menyebarkan patogen yang mematikan. Sebaliknya sejumlah besar spesies hewan yang hidup di ekosistim yang masih utuh bisa menghindari penyebaran ini.

Kita harus melestarikan alam dan menghentikan kepunahan hewan. Jika tidak maka pandemi berikutnya pasti akan datang.

Tolong tanda tangani petisi kami Pasar satwa harus ditutup