Semen - Perusakan alam untuk padang beton

Tahukah Anda bahwa 48% gas rumah kaca dari sektor industri di Indonesia berasal dari industri semen? Hanya sedikit yang sadar betapa masifnya industri ini merusak lingkungan dan boros energi. Mata pencaharian pokok penduduk dirampas oleh perusakan alam ini. Tidak seorangpun punya hak bicara. Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang bisa kita lakukan menentang booming semen ini?

Info 5 menit tentang semen dan benton

Mula peristiwa – Perusakan alam untuk semen

Pengaduk beton Semen butuh batu kapur, tanah liat, pasir, bijih besi dan banyak energi. Hampir 10% persen emisi gas rumah kaca dunia berasal dari industri semen. (© Istockphoto)

Semen sebagai bahan pengikat adalah bagian penting dari beton. Semen dibakar dari bahan-bahan dasar batu kapur, tanah liat, pasir dan bijih besi. Dalam sebuah proses yang membutuhkan banyak energi dan rumit, bahan-bahan dasar ini dipanaskan (disinter) setinggi 1450°C, didinginkan dan selanjutnya digiling.

Di seluruh dunia sekarang diproduksi 3 kali lebih banyak semen dibanding tahun 2001. Penyebabnya adalah besarnya proyek infrastruktur dan kegiatan bangunan umum. Terutama di Cina permintaan akan bahan bangunan sangat besar, 51 % jumlah produksi semen global dibutuhkan. Booming bangunan dan kenaikan permintaan menyebabkan perusahaan-perusahaan besar mengeruk wilayah karst sebagai sumber bahan mentah untuk mendapatkan batu kapur atau batu gips.

Wilayah karst sebenarnya sangat penting bagi keseimbangan ekosistim. Oleh proses pelapukan (hujan dan CO₂) terbentuklah lanskap yang luar biasa seperti gua, lembah dan menara karst. Oleh karena air hujan tertampung di lapisan dalam bumi, maka karst adalah penyimpan air yang vital. Kegunaan karst terutama dirasakan pada musim kemarau, saat karst memberikan air untuk diminum manusia dan makhluk hidup lainnya dan untuk mengairi ladang. Disamping itu wilayah karst menyimpan keseluruhan 0,11 miliar ton CO₂ tiap tahunnya dan dengan begitu sangat berarti bagi pengurangan emisi gas rumah kaca. Selain nilai ekonomis dan ekologis, karst yang oleh bentuk batu-batuannya yang unik juga punya arti budaya dan spiritual yang penting bagi panduduk setempat.

Dampak – Pembunuh iklim brutal

Aksi protes di depan kedutanaan Jerman di Jakarta 2016 Demonstrasi masyarakat Samin di depan kedutaan Jerman di Indonesia 2016. (© JMPPK)

Yang dulunya mengeruk batu kapur dengan tangan kini diganti dengan High-Tech-Industrie. Soal banyaknya dampak bagi lingkungan dan masyarakat jarang terdengar. Pembuatan semen perlu energi sangat besar. 1 ton semen butuh sekitar 110 kWh listrik. Jumlah ini sama dengan jumlah yang dibutuhkan satu keluarga selama 2 minggu. Selain itu industri semen adalah pembunuh iklim: Enam hingga sembilan persen emisi gas rumah kaca dunia berasal dari industri semen. Ini berarti empat kali lebih banyak dari keseluruhan lalu lintas udara internasional! Di samping CO₂, debu dan gas beracun seperti nitrogen oksida dan sulfur dioksida dihembuskan areal disekitar pabrik semen ke udara.

Penggalian batu kapur berdampak langsung atas wilayah karst. Fungsi penyimpanan air lenyap dan ladang serta tempat hunian penduduk dirusak. Penggalian karst tidak hanya punya konsekuensi ekologis tapi juga merusak mata pencaharian pokok masyarakat adat dan petani. Peraturan hukum mengenai pelestarian biodiversitas dan hak berbicara masyarakat adat hanya tulisan belaka saja. Lobi semen punya pengaruh kuat atas politisi setempat. Oleh sebab itu lebih penting lagi bila kita menyadari langkah-langkah untuk bertindak selanjutnya.

Pemecahannya – Hindari semen: Tahu caranya!

Samin versus Semen Masyarakat Samin menolak pabrik semen di pegunungan Kendeng di pulau Jawa (© Collage RdR/ BanksPhotos/ iStock/ Koswanto)

Perluasan padang semen semena-mena yang seolah tidak ada hentinya belumlah lagi dicor. Kita semua masih bisa mencegahnya dengan cara mengurangi penyemenan dan tidak lagi merusak lanskap lainnya di Indonesia guna produksi semen. Berbagai proyek dan inisiatif menunjukkan bagaimana caranya:

Kepemilikan mewajibkan: Anda gunakan atau sewakan kamar Anda, berarti Anda melindunginya dari peruntuhan dan menghindari pembangunan baru. 

Isi kekosongan: sewa yang berlebihan karena kurangnya apartemen di kota besar? Omong kosong! Yang katanya kurang di ruangan, sebenarnya sudah ada. Contoh di Jakarta ada banyak bangunan kantor yang kosong. Dengan arsitek yang kreatif, tehnisi yang terampil dan kepintaran ahli keuangan bisa dibangun rumah tanpa semen.

Keberanian untuk dekat: Semakin banyak orang yang tinggal sendirian atau di keluarga kecil. Jika trend ini terus berlanjut, akan berpengaruh buruk pada masyarakat. Orang butuh kebersamaan. 

Tolak peruntuhan: Sejarawan dan arsitek memprotes peruntuhan gedung kuno. Ini adalah contoh baik. Meskipun gedung kuno harus diselamatkan, pemiliknya sering berencana meruntuhkan bangunan karena biaya renovasi mahal. Bukan hanya sejarah yang akan hilang, tapi juga bangunan baru membutuhkan banyak semen.

Ilmu dan membagikan ilmu: Ekonomi dan perdagangan mencari laba perusahaan dan mengabaikan dampak yang drastis atas iklim, flora dan fauna. Politisi mengijinkan mega projek dan penambangan terbuka dan menilainya sebagai kemajuan bisnis. hutanhujan.org menginformasikan dampak ekologis dan sosial dari produksi semen dan berusaha mempengaruhi pengambil keputusan lewat petisi. 

Menandatangani petisi: Aksi protes-online memberi tekanan pada perusahaan yang memegang saham mayoritas di tambang terbuka.

Menarik perhatian atas kejanggalan: Dalam tahun-tahun belakangan ini infrastruktur Indonesia meledak. Sejumlah jalan tol, bandara dan pelabuhan dibangun, serta gedung apartemen dan rumah baru. Hal ini disebabkan karena bisnis properti secara finansial menguntungkan. Pihak bank juga mendorong sektor pembangunan dengan pinjaman cepat dan mudah. Demonstrasi dan aksi jalanan yang kreatif menarik perhatian orang atas masalah ini. Oleh karena itu tekanan kepada pengambil keputusan politik dan pihak bank semakin lebih besar.

Info: