Tentang Kami

kami aktif melestarikan hutan tropis untuk generasi dunia di masa datang. Rekan kerja kami Guadalupe Rodriguez dan Mathias Rittgerott melakukan aksi menentang tanaman industri pada saat konferensi CSAP 2015 di Durban.

LSM Selamatkan Hutan Hujan sejak tahun 1986 bekerja aktif menjaga kelestarian hutan hujan. LSM ini membeberkan nama proyek-proyek, perusahaan-perusahaan dan pejabat yang merusak hutan hujan. Dan LSM Selamatkan Hutan Hujan juga mendukung kelompok-kelompok lokal agar perampasan tanah, penebangan hutan, pembunuhan/penyiksaan satwa dan perusakan lingkungan hidup dihindari.

Tujuan kami

  • Menghentikan perusakan hutan hujan oleh perusahaan dan pemerintah
  • Melestarikan habitat alam manusia, satwa dan tumbuhan di hutan hujan
  • Mendukung pematuhan HAM dan hak tanah masyarakat adat yang hidup di hutan
  • Menolong korban (manusia dan satwa) perusakan lingkungan, pemburuan dan penggusuran
  • Memperkuat masyarakat sipil di hutan hujan untuk menentang ketidak adilan dan perusakan lingkungan
  • Bekerjasama dengan para ilmuwan untuk melindungi dan meneliti hutan hujan
  • Penjelasan tentang perilaku konsumtif yang merusak lingkungan kepada politisi dan para konsumen

Langkah kerja

  • Mendukung kelompok-kelompok lokal yang aktif dibidang perlindungan hutan, hak masyarakat adat, pemberdayaan sosial dan pembangunan berkelanjutan
  • (Online) Kampanya protes diseluruh dunia menentang eksploitasi berlebihan dan pemanfaatan sumber alam hingga merusak lingkungan, penggenangan wilayah hutan yang luas demi proyek PLTA dan perusakan hutan demi perkebunan monokultur yang luas (sawit, kedelai, tebu dan perkebunan kayu)
  • Membeli lahan hutan hujan dan perlindungan yang dibutuhkan
  • Bantuan keuangan untuk menjalankan hukum menentang perusakan lingkungan dan penggusuran
  • Lobby dan kampanye di Eropa tentang andil Eropa atas rusaknya hutan hujan
  • Memberikan pengaruh langsung di Jerman dan negara lainnya atas politik, perbankan, investasi dan kelompok perusahaan
  • Kampanye untuk komsumen di Eropa yang sadar berkomsumsi, melakukan protes dan berkomitmen untuk melindungi hutan hujan

Pendanaan

LSM Selamatkan Hutan Hujan (Rettet den Regenwald e.V.) didirikan oleh Reinhard Behrend pada tahun 1986 dimana beliau hingga kini menjadi ketuanya. Dewan pengurus tidak menggaji kerja beliau di LSM ini, sebuah LSM yang mandiri secara poltik dan keuangan. Dana didapat dari sumbangan dari banyak pihak di seluruh penjuru dunia. Bantuan dana dari perusahaan yang bertentangan dengan tujuan kami, tidak kami terima. Dari pemerintah kami menerima dana bantuan kecil dan ini untuk proyek-proyek kerjasama pembangunan dan pendidikan. Sebagian kecil dari anggaran belanja kami dapatkan dari penjualan pakaian, buku-buku, sticker dlsb.

Transparansi dan efisiensi

Sebagai LSM lingkungan Selamatkan Hutan Hujan selalu mempunyai biaya administrasi ringan dan sepadan. Penerimaan dan pengeluaran dana selalu kami umumkan secara terbuka di laporan tahunan dan itu sudah diperiksa oleh akuntan. Selain itu dinas keuangan selalu memeriksa apakah Selamatkan Hutan Hujan menggunakan keuangannya sesuai dengan pedomannya.

Penilaian „sangat baik“ dari majalah „Ökotest“ membuktikan bahwa LSM ini menggunakan dana sumbangannya dengan efisien untuk kegiatan kampanye di Eropa dan bahwa dana yang diterima digunakan dengan efisien dan sesuai dengan pedomannya untuk membantu kelompok-kelompok di wilayah hutan hujan yang aktif melindungi hutan hujan serta penduduk di sana.

Tema-tema penting kami

  • Kayu tropis Parket, pintu, bingkai jendela dan mebel taman di tempat penjualan termasuk dalam barang-barang dagangan standar. Hanya dengan penolakan yang konsekuan atas pembelian kayu tropis dapat menolong hutan hujan.
  • Minyak sawit Anda tidak membeli minyak sawit? Mungkin belum tahu, bahan yang merusak hutan hujan ini terdapat hampir disetiap satu dari dua barang kebutuhan sehari-hari. Di sini Anda dapat baca apa yang selama ini dirahasiakan tentang minyak sawit.
  • Energi pertanian/Biodiesel Listrik dan bahan pemanas dari minyak sawit serta bioetanol dan biodiesel untuk lalu lintas tidak lain adalah energi yang menggunduli hutan, merusak lingkungan dan menyebabkan kelaparan bagi jutaan manusia
  • Perampasan tanah Negara-negara, kelompok perusahaan dan spekulan menyewa tanah luas di Asia, Afrika dan Amerika Selatan untuk memproduksi barang ekspor makanan dan agrofuel – sebuah bencana bagi penduduk setempat dan alam