Hutan hujan

Read more

Samudra hijau dengan pakis, lumut, liana, anggrek dan pohon rimba. Katak panah beracun, burung cendrawasih, bunga rafflesia, beruang sloth, dan Coati serta jutaan spesies serangga. „Paru-paru hijau“ dunia adalah pesona luar biasa. Ketahui lebih lanjut tenttang ekosistim hayati yang teranekaragam di dunia kita ini, kesinambungan hidup bersama antara hewan dan tumbuhan serta bahaya penebangan hutan.

Hutan hujan tropis sebagai sabuk yang selalu hijau mencakup wilayah bumi disekitar garis ekuator. Di amazon, di cekungan Kongo dan di Asia Tenggara tumbuh hutan tropis yang terluas di dunia. Cahaya matahari yang intensif, temperatur tinggi dan sedikitnya duaribu liter air hujan per meter kuadrat tiap tahunnya menyebabkan hutan hujan memiliki warisan spesies yang terbanyak di dunia.

Meskipun begitu hutan hujan terus saja ditebang – oleh industri kayu, perusahaan minyak sawit, kedelai dan tambang. Lebih dari setengah wilayah hutan hujan telah ditebang, wilayah lainnya telah dirusak atau dipenggal-penggal menjadi pulau-pulau hutan kecil. Setiap hutan rimba adalah habitat bagi ratusan jenis hewan dan tumbuhan. Setiap pohon yang ditebang berdampak pada kematian penghuninya. Setiap intervensi merusak keseimbangan hidup antara hewan dan tumbuhan. Segala pendampingan dan upaya mencegahnya tidak bisa mengurangi kecepatan penebangan hutan hujan. Tiap tahunnya sekitar 10,4 juta hektar hutan hujan lenyap, 6,3 juta hektar diantaranya hutan primer.

Anda dapat mengetahui lebih banyak lewat tanya dan jawab.

Petisi terkait

Tanda tangan Anda dapat membantu melindungi hutan hujan! Petisi kami menentang proyek yang menghancurkan hutan hujan - dan menyebut nama pihak yang bertanggung jawab. Bersama kita akan kuat !

Orang Utan Tapanuli Langka, baru ditemukan, segera punah: Orang utan Tapanuli (© Andrew Walmsley/Nature Picture Library)

149.108 Pendukung

Orang utan yang terlangka ini terancam punah!

Sensasi Orang utan Tapanuli. Tahun 2017 baru dipastikan sebagai jenis tersendiri, setelah penemuannya akan terancam punah. Tinggal 800 ekor yang masih hidup, bersembunyi di hutan-hutan Batang Toru di Sumatra. Mereka sangat terancam punah bila sebuah bendungan merusak habitatnya. Kita harus bertidak melindungi Orang utan Tapanuli!

informasi lebih lanjut

Kepada: Presiden Cina Bapak Xi Jinping, Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo, para CEO dari Sinohydro, para CEO dari Perusahaan Listrik Negara

Larang bendungan di Batang Toru! Prioritaskan perlindungan Orang utan Tapanuli yang langka ini.

Membaca surat