Kayu tropis

Pepohonan dari hutan hujan tropis adalah bahan mentah yang disukai karena harga kayunya sering lebih murah dan sangat tahan lama.

Mengapa kayu tropis sangat disukai?

Pohon besar dari hutan hujan di Kongo ditarik Kayu yang paling berharga diambil duluan (Kongo) (© Global Witness)

Pepohonan dari hutan hujan tropis adalah bahan mentah

Kayu tropis disukai karena memiliki banyak manfaat, mulai dari untuk membuat kerajinan, furnitur, hingga dijadikan sebagai bahan konstruksi.Beberapa kayu juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi, hingga diekspor ke luar negeri. Kayu tropis seringkali lebih keras daripada kayu lain dan sangat tahan lama.

Di pasar dunia, kayu tropis cukup murah. Alasan ada banyak: pohon  hanya digergaji tanpa adanya reboisasi. Perusahaan kayu mengambil kayu tropis berharga dari hutan, membuat uang darinya dan lanjut ke konsesi kayu berikutnya. Disamping itu penebangan liar jauh tersebar, upah buruh rendah dan hak tanah diabaikan.

Jadi tidak hanya bahan bangunan dan mebel dibuat dari kayu tropis, tapi juga bingkai foto, mainan anak-anak, perabotan dapur dan rumah tangga serta barang-barang kerajinan tangan. Produsen kertas dan pulp seperti Asia Pulp & Paper APP dan APRIL menebang juga hutan-hutan primer.

Seperti apa dampak ekologis dari penebangan hutan?

Kayu sonokeling, Ghana Sebenarnya pohon sonokeling dilindungi (Ghana) (© EIA)

Tiap tahunnya lenyap dari bumi sekitar 13 juta hektar hutan hujan – di dalamnya termasuk ekosistim yang sangat berharga dan kaya spesies.

Penebangan kayu merupakan awal sebuah proses yang sering berakhir dengan penebangan hutan total. Indonesia kehilangan 1 sampai 3 juta hektar hutan setiap tahun.

Praktek pembalakan liar mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya, kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan kayu senilai jutaan dolar setiap tahun. Belum dihitung hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan.

Berapa banyak kayu tropis yang ditebang ilegal?

Hutan asli dan jalan baru di Merauke Setelah penebangan tidak akan ada lagi habitat untuk hewan yang terancam punah (Merauke, Indonesia) (© Richard Mahuze)

Tentang besarnya penebangan hutan,

pembalakan liar dan bisnis kayu tropis ilegal, sebuah studi dari Interpol dan PBB membuat laporan detail diserati dengan foto-foto, peta dan studi kasus yang semuanya sungguh menarik perhatian. Di sini Anda menemukan siaran pers dan pranala ke versi bahasa lain (inggris, perancis, spanyol) dari studi itu.

Seperti apa tindak negara?

Beberapa negara telah bertindak: impor/ekspor dan perdagangan kayu ilegal sebenarnya dilarang. Tapi hukum masih banyak titik lemah dan pembalakan liar tetap terjadi dalam jumlah yang besar. 

Pembalakan liar

merupakan bentuk dari kejahatan lingkungan terorganisasi. Kejahatan lingkungan sendiri diatur dalam Undang-undang No 23 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan hukuman terberat pidana 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 miliar. 

Kejahatan terhadap hutan

diatur dalam Undang-undang RI No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberatasan Pengrusakan Hutan dan Undang-undang RI No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan dengan saksi pidana minimum 5 (lima) tahun dan denda paling sedikit Rp1,5 miliar. 



Petisi terkait

Tanda tangan Anda dapat membantu melindungi hutan hujan! Petisi kami menentang proyek yang menghancurkan hutan hujan - dan menyebut nama pihak yang bertanggung jawab. Bersama kita akan kuat !

Rotor  dari kayu balsa Bagian dalam sebuah rotor sepanjang 81 m dilapis dengan kayu balsa pada Februari 2022 di pabrik Siemens Gamesa di Denmark. (© Carsten Snejbjerg)

65.181 Pendukung

Ekuador: Hutan hujan tidak boleh dijarah demi energi angin

Kita harus segera mengganti pasokan kita pada energi terbarukan - dan terutama sangat sedikit menggunakan energi dan bahan mentah. Turbin angin merupakan bagian penting dari transisi energi. Namun untuk baling-balingnya (rotor) tidak jarang dibutuhkan sejumlah besar kayu balsa tropis. Untuk itu hutan hujan di Ekuador dijarah.

informasi lebih lanjut

Kepada: Siemens Gamesa, General Electric, LM Wind Power, Vestas, Nordex, Enercon

“Industri turbin angin harus menjelaskan dengan terbuka rantai pasokannya untuk kayu balsa dan tidak boleh menggunakan kayu balsa dari penebangan hutan hujan”

Membaca surat

Pesan buletin kami sekarang.

Tetap up-to-date dengan newsletter gratis kami - untuk menyelamatkan hutan hujan!