Harapan bagi orangutan terlangka

Orang Utan Tapanuli di pohon Seekor dari 800 ekor orangutan Tapanuli di hutan Batang Toru (© Tim Laman/CC BY 4.0)

5 Mar 2019

Bank of China akan evaluasi pendanaan PLTA Batang Toru di Sumatra. Inikah secercah harapan bagi langkanya orangutan tapanuli?

Orangutan tapanuli jadi sensasi. Ketika diakhir tahun 2017 teridentifikasi sebagai spesies baru, langsung digolongkan sebagai orangutan terlangka dan paling terancam punah. Hanya ada sekitar 800 ekor. Mereka hidup di hutan-hutan di Batang Toru, Sumatra Utara. Namun mereka lebih dekat bersaudara dengan orangutan borneo dari pada orangutan sumatra.

Tepat di hutan itu perusahaan besar Cina akan membangun sebuah PLTA besar, sebagai batu landasan Jalur Sutra Baru. Proyek ini didanai diantaranya oleh bank negara Bank of China yang juga telah mendanai Bendungan Tiga Ngarai yang mencengkam. Kesadaran dampak ekologis dan sosial dari proyek besar seperti ini hingga kini tidak pernah diunjukkan Bank Cina.

Sejak itu gelombang protes tak pernah berhenti. LSM lingkungan Indonesia telah berprotes, ilmuwan telah menulis surat kepada Presiden Jokowi, 280.000 orang telah menandatangani petisi dari Selamatkan Hutan Hujan Selamatkan orangutan tapanuli dan hutannya. WALHI telah mengajukan gugatan.

Sejak 4 Maret 2019 bisa dibaca di website bank tersebut catatan singkat tentang PLTA di Batang Toru: „Bank of China mencatat kekhawatiran beberapa LSM lingkungan tentang proyek bendungan di Batang Toru.“ Dan selanjutnya dikatakan bank ini akan mengevaluasi kembali proyek tersebut.

Namun beberapa hari sebelumnya sebuah pengadilan telah menolak gugatan WALHI terhadap pemberian ijin bendungan. Sebuah keputusan yang mengejutkan bagi Orangutan yang paling terancam di dunia! Sebuah kekalahan bagi orangutan langka

Apakah keputusan Bank of China ini memberikan harapan, bahwa bendungan dan tenaga listrik tidak akan dibangun? Professor William F. Laurance, pemimpin ALERT-Kampanye dari para ilmuwan untuk melindungi primata-primata yang paling langka, menilai pernyataan di website Bank of China itu membual. Bank tersebut tidak mempunyai standar lingkungan, dan hanya mementingkan uang.

Meskipun begitu: Pernyataan Bank of China ini sangat menarik. Belum pernah ada sebelumnya bahwa bank-bank Cina oder perusahaan besar menyatakan pandangan mereka tentang lingkungan dan tanggung jawab sosial. Ini menunjukkan sedikitnya aksi-aksi protes ada pengaruhnya.