Penolakan pembuangan limbah nikel ke laut dalam dan Film "Berita dari Sulawesi"

Pembuangan limbah nikel di laut Morowali Lumpur merah, laut tanpa kehidupan karena pembuangan limbah nikel di Morowali (© Jatam Sulteng)

3 Jan 2022

LSM di Sulawesi menolak rencana pembuangan limbah nikel ke laut dalam. Dampak dari produksi nikel untuk baterai mobil listrik sudah sangat terasa. Film "Cerita dari Sulawesi" mendokumentasi dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia.

Di Morowali-Sulawesi dan di Weda-Maluku Utara terdapat areal khusus industri nikel dengan kilang-kilang dan infrastruktur yang dibutuhkan. Lebih dari 30 pabrik untuk produksi baja nikel dan nikel baterai serta pabrik baterai sedang dalam pembangunan atau perencanaan.

Alasannya: Meningkatkan produksi nikel dan baterai nikel untuk mobil listrik yang rakus bahan mentah dan energi.

Dampaknya: Hutan bakau musnah, ladang dirusak dan masyarakat sering mengalami tanah longsor dan banjir besar.

Direncanakan limbah tailing dari industri nikel baterai akan dibuang ke laut dalam. Metode ini (deep-sea tailing placement atau DSTP) dapat membahayakan keanekaragaman hayati yang hidup di perairan laut Morowali.

Selain itu industri nikel baik di Morowali (Sulawesi Tengah) maupun Weda (Maluku Utara) masih memanfaatkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sebagai sumber energi utama yang notabene adalah sumber polutan dan penyumbang emisi karbon.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah bersama Perkumpulan Aksi & Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) telah meneliti potensi dampak linkungan. LSM tersebut menolak pembuangan limbah ke laut dalam. Selain itu, mereka mendesak pemerintah mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan energi terbarukan pada industri nikel baterai.

Koordinator Lapangan Ashadi menyatakan “Komitmen iklim Presiden Tiongkok Xi Jinping bahwa Republik Rakyat Tiongkok tidak lagi membangun PLTU baru diluar negeri perlu dikonkritkan dengan mengungkapkan informasi ke publik tidak lagi penambahan PLTU baru di kawasan industri nikel terkait investasi Tiongkok di Sulteng. "

“Mendorong hilirisasi nikel bukan berarti tanpa pekerjaan rumah baru. Rekam jejak lingkungan industri nikel di darat hendaknya tidak diperluas ke laut. Kami harapkan ada komitmen pemerintah Tiongkok, untuk tidak melakukan pembuangan limbah tambang ke laut dari investasinya di luar negeri seperti di Sulawesi Tengah. Yang akan merencanakan pembuangan limbah tailing di wilayah laut Morowali."

Selain itu, Ashadi menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah harapannya, dapat menunjukkan kepemimpinan dalam mitigasi iklim dengan menempatkan laut sebagai zona karbon biru, dengan tidak merekomendasikan pembuangan limbah tambang ke laut di Sulawesi Tengah yang dapat membahayakan keanekaragaman hayati, seperti rencana pembuangan limbah tailing ke laut morowali, yang dapat membahayakan keanekaragaman hayati yang  hidup  di perairan laut Morowali.

---------------------------------------------------

Film dokumentar WatchDoc

Cerita dari Sulawesi

https://www.youtube.com/watch?v=55Xnp3UC0y8

Krisis iklim memaksa manusia berinovasi untuk meninggalkan energi fosil menuju energi yang lebih bersih. Pembangkit energi terbarukan seperti panel surya hingga mobil listrik membutuhkan baterai yang komponen utamanya menggunakan nikel. Inilah yang memicu melonjaknya.

Simak tayangan lengkapnya “Cerita dari Sulawesi” di kanal YouTube https://www.youtube.com/watch?v=55Xnp3UC0y8

33 menit, bahasa Indonesia

#bersihkanindonesia

#tolakenergikotorbatubara

#tolakomnibuslaw

#reformasidikorupsi

#reformasimasihdikorupsi