Proyek menolong diri sendiri di Afrika

Para perempuan pada saat panen di Buliisa AFRICE dari Uganda Barat mendukung sistim penanaman tradisional yang melestarikan alam dan biodiversitas. Organisasi ini mengkritik pemerintah yang hanya mementingkan pertanian industri tanpa mencari alternativ. (© AFRICE)

1 Feb 2022

Penguatan kelompok perempuan, perkumpulan pemuda serta kelompok-kelompok alam dan budaya dengan pengetahuan dan praktek tradisional di Benin dan mempertahankan hutan dan lahan basah di wilayah kerajaan Bunyoro dari ancaman industri minyak di Uganda.

“Kelompok-kelompok perempuan yang kami bantu di bidang pertanian ekologis, mengalami kerugian besar karena mereka tidak dapat menjual produknya di pasar lokal”, ujar Appolinaire Oussou Li dari organisasi Afrika Groupe de Recherche et d‘Action pour le Bien-Etre au Bénin (GRABE). Fokus kerja GRABE adalah penguatan kelompok perempuan, perkumpulan pemuda serta kelompok-kelompok alam dan budaya dengan pengetahuan dan praktek tradisional di Benin (Afrika Barat). Semasa pandemi sebagian besar relawan tidak dapat datang, workcamps harus dibatalkan dan karyawan harus dikurangi menjadi tiga. Kini GRABE berusaha melalui jalur kemitraan dengan sebuah universitas memulai program relawan.

Dengan bantuan donasi dari Selamatkan Hutan Hujan, African Institute for Culture and Ecology (AFRICE) di barat Uganda bersama dengan masyarakat adat Bangungu berjuang mempertahankan hutan dan lahan basah di wilayah kerajaan Bunyoro dari ancaman industri minyak. “Ketika Covid-19 mulai, banyak penduduk kembali ke desa”, ujar Dennis Tabaro dari AFRICE. Karena bahan makanan sering tidak cukup maka dimakanlah bibit untuk musim tanam berikutnya. Sebagai reaksi AFRICE telah mengorganisir tidak hanya bahan makanan tapi juga bibit baru. Setelah itu penduduk dapat menabur dan mengembang-biakkannya. “Itu adalah sukses besar di tahun ini”, demikian Tabaro.