Petisi dengan 213.432 tandatangan diserahkan kepada Komisi Uni Eropa (UE)

Komisaris UE Věra Jourová (kanan) menerima langsung petisi Komisaris UE Věra Jourová (kanan) menerima langsung petisi (© Thomas Cytrynowicz)

1 Feb 2022

Langkah terakhir yang sangat memukau; tiap jamnya jumlah tandatangan terus bertambah. Hingga Selasa jam 2 sore sebanyak 213.432 warga telah menandatangani petisi kepada UE dan menuntut perlindungan yang lebih baik atas tuntutan hukum intimidasi. Selama pertemuan di Brussel, komisaris UE Věra Jourová sendiri menerima petisi.

Sejumlah aktivis berkumpul di depan gedung komisi di Brussel untuk berbicara dengan Jourová tentang gugatan hukum intimidasi, dikenal juga sebagai SLAPP. Hal ini bersangkutan dengan negara hukum dan kebebasan berpikir.

Orang kuat dan perusahaan melawan para kritisi dengan tuntutan yang semakin tak berdasar untuk membungkam mereka. Seperti Selamatkan Hutan Hujan yang digugat oleh perusahaan Indonesia di Pengadilan Hamburg-Jerman karena kami menentang perusakan hutan hujan di Asia. Juga Institut Lingkungan Hidup Munich di Jerman pernah diadili karena mengkritik pemakaian pestisida di perkebunan apel di Tirol Selatan-Italia.

Bersama dengan Institut Lingkungan Hidup Munich dan mitra lainnya, Selamatkan Hutan Hujan telah membuat petisi menentang gugatan hukum intimidasi yang disokong oleh organisasi yang semakin banyak jumlahnya.

“SLAPP bukan hanya sebuah tamparan hukum bagi mereka yang harus banyak menginvestasi waktu dan uang untuk membela diri di sidang pengadilan yang tanpa henti, tapi juga satu pukulan bagi prinsip negara hukum dan demokrasi. Jika kita mau melindungi hal ini, maka saatnya untuk membuat peraturan anti SLAPP Eropa", demikian Veronika Feicht pembicara bidang politik pertanian dari Institut Lingkungan Hidup Munich.

“SLAPPs tidak hanya menghalangi aktivis yang langsung terkena gugatan, tapi juga bisa mempunyai dampak yang lebih jauh jangkauannnya: Selamatkan Hutan Hujan digugat di Jerman oleh perusahaan Indonesia karena kami menentang perusakan hutan hujan di Indonesia. Faktanya bahwa perusahaan berhasil mengugat kami di pengadilan di Eropa, ini akan membahayakan aktivis lingkungan di Asia. Oleh karena itu Komisi UE harus memenuhi tanggung jawab globalnya”, demikian Marianne Klute, ketua Selamatkan Hutan Hujan di Hamburg-Jerman.

“Tidak boleh seorangpun merasa takut untuk mengutarakan pendapatnya dan membagi informasi yang penting bagi kita semua”, ujar wakil ketua Komisi Jourová di twitter setelah penyerahan: “Demokrasi kita tergantung pada keterlibatan wartawan dan masyarakat sipil di dalam sebuah lingkungan yang bebas, terbuka dan beragam.”

Kemungkinannya besar bahwa para aktivis, pelindung lingkungan, pelopor dan wartawan di Eropa sebentar lagi akan lebih baik terlindungi dari gugatan hukum intimidasi!

Karena pernyataan komisaris harus diikuti tindakan, maka kami terus mengumpulkan tandatangan untuk petisi.

Keterangan selanjutnya tentang penyerahan bisa Anda lihat di sini: (bahasa Jerman)