Dari Indonesia untuk G20: "Kendaraan listrik adalah solusi palsu untuk perubahan iklim"

Pertambangan nikel PT Vale Indonesia Transisi energi dengan mengorbankan hutan hujan - pertambangan nikel di Sulawesi (© WALHI South Sulawesi)

14 Nov 2022

Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali mendapatkan pernyataan dari Aliansi Sulawesi, tentang produksi nikel yang merusak hutan dan kehidupan Sulawesi untuk transisi energi. Aliansi Sulawesit menyerukan kepada pemimpin dunia untuk menghentikan investasi di sektor pertambangan, khususnya pertambangan nikel. Nikel adalah salah satu komponen dalam baterai listrik.

Pernyataan resmi masyarakat dan Aliansi Sulawesi terkait KTT G20 di Nusa Dua Bali

Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali mendapatkan pernyataan dari Aliansi Sulawesi, sebuah kelompok organisasi lingkungan dan hak asasi manusia yang bekerja secara lokal, tentang produksi nikel yang merusak hutan dan kehidupan Sulawesi demi transisi energi. Aliansi tersebut menyerukan kepada pemimpin dunia untuk menghentikan investasi di sektor pertambangan, khususnya pertambangan nikel. Nikel adalah salah satu komponen dalam baterai listrik.

Dalam konteks politik tingkat tinggi G20, masyarakat sipil Indonesia telah tiba di Bali untuk menyampaikan pesan yang sangat jelas: "Selamatkan Masyarakat dan Hutan Hujan Sulawesi: Hentikan Pembiayaan dan Investasi di Sektor Pertambangan Nikel dan Smelter, serta Pembangkit Listrik Kotor Pendukungnya di Indonesia. Kendaraan Listrik Adalah Solusi Palsu untuk Perubahan Iklim". Dalam pernyataannya, mereka dengan jelas menyatakan situasi yang dihadapi pulau Sulawesi: deforestasi, polusi yang memburuk seiring dengan hujan, panen padi yang buruk, keracunan air, perusakan hutan bakau, dampak pada kaum perempuan.

Pernyataan resmi masyarakat dan Aliansi Sulawesi terkait KTT G20 di Nusa Dua Bali

"Masyarakat di seluruh dunia yang terkena dampak transisi energ memiliki pesan yang sangat berbeda dari propaganda bahwa transisi energi akan menjadi solusi. Kasus Indonesia menunjukkan bahwa eksploitasi bahan mentah begitu intensif sehingga bahkan hutan hujan Indonesia yang penting pun berada dalam bahaya besar. Hal ini tidak boleh disembunyikan dalam diskusi dan rencana-rencana yang dimaksudkan untuk mendorong ekspansi penambangan logam secara besar-besaran ini di seluruh dunia", kata Marianne Klute, Direktur Selamatkan Hutan Hujan dan seorang pakar Indonesia.

G20 adalah forum multilateral yang menyatukan ekonomi-ekonomi besar beberapa kali setahun untuk mengatasi tantangan-tantangan geopolitik dan ekonomi besar, dan kesulitan-kesulitan lainnya. Pada tanggal 15-16 November 2022, Konferensi Tingkat Tinggi ini akan berlangsung di pulau dewata Bali, Indonesia.

Fokusnya biasanya pada lokasi yang dipilih, dan pada para pemimpin yang telah melakukan perjalanan ke sana. Minggu ini di Bali, perang Russia di Ukraina juga akan menjadi pusat perdebatan. Presiden Indonesia Joko Widodo, bagaimanapun juga, bermaksud agar Bali dilihat sebagai forum dialog tentang banyak isu. 

Salah satu topik yang akan dibahas adalah transformasi digital dan transisi energi, sebuah tema yang sedang diupayakan kerjasamanya antara berbagai kekuatan dunia dan regional, antara negara yang lebih maju dan kurang maju, antara mitra dan saingan, dan bahkan dengan musuh. Demikian pentingnya tema ini. Aliansi Sulawesi meyakini bahwa pada pertemuan G20 kali ini, pemerintah Indonesia akan menawarkan nikel yang ada di hutan tropis Indonesia kepada negara-negara maju dalam semacam lelang kepada penawar tertinggi. Bahkan, Elon Musk, sebagai pembuat mobil listrik Tesla diundang dan berpartisipasi secara virtual pada kegiatan G20 di mana ia akan menggunakan kekuatannya untuk mencoba mendapatkan nikel Indonesia.

Elon Musk virtual di Bali

Dengan latar belakang ini, pernyataan Aliansi Sulawesi sangat penting, menyoroti dampak serius penambangan nikel yang sudah terjadi pada transisi energi. Pernyataan ini mengingatkan tentang pentingnya menjaga hutan hujan, lautan, dan kehidupan keluarga petani dan nelayan yang mata pencahariannya bergantung pada keutuhan hutan hujan. Kebijakan pemerintah Indonesia seringkali tidak mencerminkan kehendak rakyat," demikian isi deklarasi tersebut.

Pernyataan resmi masyarakat dan Aliansi Sulawesi terkait KTT G20 di Nusa Dua Bali


  1. G20G20 didirikan pada tahun 1999 dan terdiri atas Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

  2. Bali, IndonesiaIndonesia memegang keketuaan dari 1 Desember 2021 hingga akhir 2022

Pesan buletin kami sekarang.

Tetap up-to-date dengan newsletter gratis kami - untuk menyelamatkan hutan hujan!