180 organisasi menolak perluasan pertambangan untuk kesepakatan hijau Uni Eropa

Tambangan Nickel di Sulawesi Pertambangan nickel di Sulawesi: Nickel adalah bahan pokok pembuatan baterai lithium-ion untuk mobil listrik (© KAISARMUDA/shutterstock.com)

9 Jun 2021

Suatu koalisi besar lebih dari 180 inisiatif masyarakat, organisasi HAM dan lingkungan hidup dari 36 negara menuntut Uni Eropa (UE) menghentikan rencana kotornya untuk terus memperluas pertambangan sebagai bagian rencana Eropa bagi sebuah "Kesepakatan Hijau" (Green Deal) dan "Pemulihan Hijau" (Green recovery).

Koalisi ini dalam sebuah pernyataan terbuka seiring berjalannya acara "Minggu Hijau UE" mengingatkan bahwa politik yang terkini UE dan rencana-rencananya sangat memperluas perusakan yang disebabkan oleh pertambangan di Eropa dan di negara-negara selatan dunia. Untuk menghindari dampak buruk atas iklim, ekosistem dan HAM di seluruh dunia, koalisi ini menuntut koreksi atas rencana-rencana UE dengan segera.

"UE berada dalam kondisi melakukan pencurian sia-sia untuk mendapatkan bahan mentah. Alih-alih menciptakan perekonomian yang benar-benar hijau, akan dijalankan rencana Komisi Eropa yang memeras sumber daya lebih banyak lagi, di luar batas-batas ekologis. Eropa mengkonsumsi begitu banyak bahan mentah seolah-olah kita punya tiga bumi. Hal ini akan mendorong juga lebih banyak pemerasan terhadap manusia yang hidup di sana, tanahnya dan perjanjian dagang baru yang tidak adil" ujar Meadhbh Bolger, seorang ahli bidang keadilan sumber daya dari Friends of the Earth Europe.

Penandatangan pernyataan yang dikoordinasi oleh kelompok kerja Eropa Yes to Life, No to Mining Network sependapat bahwa kita benar-benar membutuhkan transisi yang cepat menuju energi terbarukan.

Akan tetapi kebutuhan bahan baku untuk transisi ini menyebabkan perluasan pertambangan besar-besaran. Sehingga ketidak adilan global, perusakan lingkungan dan politik pertumbuhan ekonomi tak terbatas akan berulang kembali, dimana hal ini sesungguhnya telah menyebabkan bencana iklim:

"Rencana-rencana pertumbuhan dan kesepakatan hijau UE harus menghormati hak-hak warga bersangkutan dan komunitas masyarakat dunia di belahan selatan yang menentang perusakan tanahnya, airnya dan bahkan hidupnya. Mereka bersama-sama melantangkan suaranya menentang ratusan dari seluruh proyek pertambangan baru di dunia yang didirikan guna memenuhi konsumsi di Eropa. Pesan mendesak mereka harus didengar negara-negara belahan utara: Ya untuk hidup, Tidak untuk pertambangan", ujar Guadalupe Rodriguez dari Selamatkan Hutan Hujan dan kontak person untuk jaringan solidaritas global Yes to Life, No to Mining.

"Penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan mentah bagi "Kesepakatan hijau" UE dan perluasan pertambangan yang terkait olehnya akan membawa ancaman baru yang signifikan terhadap biodiversitas. Hal ini sangat menentukan bagi regulasi iklim. Sudah sangat jelas bahwa kita tidak akan bisa keluar dari krisis iklim melalui pertambangan. Selain itu tidak ada istilah seperti "pertambangan hijau". Kita membutuhkan UE yang benar-benar green deal yang memerangi penyebab perubahan iklim termasuk hilangnya biodiversitas yang disebabkan oleh pertambangan dan eksploitasi bahan baku", tambah Yvonne Orengo dari Andrew Lees Trust yang mendukung komunitas yang terkena dampak oleh pertambangan di Madagaskar.

Pernyataan itu berisi sejumlah saran tindakan yang seharusnya UE ambil untuk mencapai keadilan iklim dan lingkungan hidup yang sesungguhnya. Dalam hal ini termasuk pengakuan secara hukum hak-hak masyarakat lokal untuk menolak proyek pertambangan, pentaatan hak-hak masyarakat adat atas persetujuan yang bebas, didahulukan dan diinformasikan yang baru-baru ini diratifikasi DPR Jerman.

"Masyarakat yang menentang perluasan pertambangan di wilayah mereka memaksa agar bahan mentah tetap tinggal di tanah. Hal ini sudah diputuskan untuk menolong kita agar secara serius menjalankan ekonomi melingkar dan memikirkan kembali ideologi pertumbuhan. Komunitas masyarakat mempunyai hak untuk mengatakan tidak dan akan menjalankannya terlepas dari greenwashing, korupsi dan represi", ujar Joám Evans dari komunitas Froxán di Galicien.

Saran lainnya tertuju pada konsumsi logam berlebihan, mineral dan energi di UE dan menuntut tujuan yang mengikat untuk benar-benar menurunkan tingkat konsumsi bahan mentah di UE, juga menuntut strategi yang adil untuk mengurangi pertumbuhan di UE dan hapus "pertumbuhan hijau". Di titik sentral peraturan perlindungan iklim dan lingkungan hidup harus jelas berdiri kesadaran untuk berpaling dari pertumbuhan dan berpisah dengan perusakan lingkungan.

"Lebih mudahnya: Kita harus mengurangi secara drastis jumlah sumber daya yang digunakan dan dikonsumsi di UE dan beralih ke ekonomi melingkar. Undang-Undang seperti peraturan baterai UE merupakan langkah yang benar dan harus berjalan terus. Dekarbonisasi alat transportasi dan ekonomi dalam prakteknya dapat diraih hanya dengan pengurangan permintaan barang juga secara drastis. Kita harus memusatkan prioritas yang baru untuk mencapai tujuan iklim", ujar Diego Marin dari European Environmental Bureau.

Pernyataan bersama bisa dibaca disini dalam bahasa

Jerman, Inggris, Spanyol, Perancis, Swedia dan Yunani.