Peru, Amazonas: Virus Corona dan industri sawit

Kungkang Tiga Jari di kawasan hutan gundul milik industri sawit di Peru Kungkang Tiga Jari di kawasan hutan milik industri sawit di Peru (© Julio Juan Morel Morales)

3 Jul 2020

Virus Corona menelan banyak korban di dalam hutan hujan Amazon di Peru. Di perkebunan sawit milik perusahaan Ocho Sur jumlah pekerja dinyatakan terinfeksi. Industri sawit tidak peduli dengan perlindungan kesehatan.

Bukan hanya di kota-kota virus corona menelan korban, tapi juga jauh di dalam hutan hujan Amazon di Peru banyak penduduk yang terinfeksi, tepatnya di kebun sawit milik perusahaan Ocho Sur. 90% pekerja yang dites dinyatakan terinfeksi. Industri sawit lebih mengutamakan keuntungan finansial dari pada perlindungan kesehatan.

Menurut pernyataan organisasi lingkungan dan HAM “KENE“, jawatan berwenang di Peru tanggal 6 juni 2020 telah melakukan inspeksi di perkebunan sawit milik perusahaan Ocho Sur di hutan hujan Amazon.

Hasilnya mengejutkan: 35 dari 39 pekerja yang menjalankan tes corona virus dinyatakan terinfeksi (90 %), demikian laporan jaringan wartawan Peru Convoca.

Tapi itu hanya segelintir saja. Sebab dari keseluruhan 560 pekerja di Ocho Sur hanya hampir 7 persen saja yang sudah dites.

Menurut keterangan Convoca, para pekerja perusahaan mengatakan bahwa perusahaannya hingga pertengahan mei terus mempertahankan tempo kerja. Bukan saja aturan keamanan tidak dipatuhi tapi juga pembagian masker atau jarak antar tempat bekerja. Padahal pemerintah Peru pertengahan maret telah mengeluarkan protokol pencegahan penyebaran virus corona dan perlindungan kesehatan.

Meski begitu Ocho Sur memberikan pernyataan yang terbalik di website perusahaan: “Untungnya hingga kini tidak ada satupun pegawai kami terinfeksi, baik yang bekerja di perkebunan atau di kilang minyak. Sejak dimulainya karantina kami selalu mengaktualisasi protokol kesehatan agar selalu sesuai dengan standart terkini yang dikeluarkan jawatan berwenang. Hal ini melindungi pekerja kami dari pandemi.“

Persatuan komunitas masyarakat adat di Ucayali, Komisi HAM Pucallpa dan Institut Pembelaan Hak (IDL) pada tanggal 9 juni melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka menuduh perusahaan melanggar peraturan keselamatan kerja, menyebarkan penyakit berbahaya, melanggar protokol kesehatan dan menjalankan kerja paksa.

Dari laporan Convoca dan juga pernyataan terbuka ombudsman daerah Ucayali kepada pihak berwenang setempat terungkap bahwa perusahaan sawit nampak tidak pernah memiliki ijin lingkungan untuk mengelola perkebunan.

Menurut keterangan Program Perlindungan Amazon (MAAP) antara tahun 2011 dan 2015 lebih dari 12.000 hektar hutan hujan ditebang oleh mesin gergaji dan buldoser perusahaan minyak sawit Plantaciones de Pucallpa SAC dan Plantaciones de Ucayali SAC, lebih dari 9040 hektar adalah hutan primer. Di belakang penebangan ini terdapat investor asing di bawah pimpinan perusahaan asal Amerika Dennis Melka, demikian riset organisasi lingkungan asal Amerika EIA (lihat Studie Deforestation by Definition mulai halaman 20).