Hutan Tanaman Industri (HTI) mengancam seribu orang utan

Orang utan di sarang tidurnya dari daun-daunan yang terletak di cabang-cabang pohon Orang utan membutuhkan hutan yang lestari. Untuk tidur mereka membuat sarang di pohon dari daun-daunan. (© Jay Ullal)

Hutan rimba Sungai Putri adalah salah satu suaka orang utan di Borneo. Kira-kira seribu orang utan yang sangat terancam ini hidup di hutan rawa gambut di Kalimantan Barat. Kelangsungan hidup mereka terancam: Sebuah perusahaan kayu akan membangun hutan tanaman industri bagi pabrik kertas. Presiden Indonesia harus segera bertindak!

seruan

Kepada: Bapak Presiden Joko Widodo, Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya, Deputi Badan Restorasi Gambut Ibu Myrna Safitri, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat Bapak Marcellinus Tjawan

Presiden Jokowi harus menghindari HTI di hutan rawa gambut di Sungai Putri.

Membaca surat

Sungai Putri adalah nama sungai yang membentuk ekosistim yang istimewa yang terdapat di pantai barat daya Kalimantan: sebuah hutan rawa gambut yang kaya spesiesnya dengan luas 550 kilometer persegi dimana sepertiganya adalah hutan primer.

Ribuan orang utan hidup di kanopi yang rimbun di hutan-hutan rimba – sangat tersembunyi, sehingga para ilmuwan baru menemukannya sepuluh tahun lalu. Tapi penduduk setempat sudah mengetahui dari dulu keberadaan „makhluk hutan“.

Kini keberlangsungan hidup mereka terancam: Sejak desember 2016 perusahaan kayu Mohairson Pawan Khatulistiwa menggali kanal di wilayah lahan gambut itu agar tanah mengering dan mempercepat pertumbuhan HTI.

PT. MPK nampaknya tidak perduli dengan alam dan peraturan: Setelah kebakaran hutan yang besar tahun 2015, pemerintah melarang penanaman baru di hutan primer dan tanah gambut.

„Menjaga ekosistem hutan dan gambut bukan hanya ucapan“, ujar Agus Sutomo dari mitra kami Link-AR Borneo. „namun juga komitment dan ketegasan oleh pemerintah atas kerusakan lingkungan yang di lakukan perusahan.“

Tidak hanya bagi orang utan juga bagi kita manusia perlindungan hutan gambut sangat penting. Tanah gambut menyimpan karbon yang besar; karena kebakaran hutan, tanah gambut melepaskan karbon dan memanaskan iklim. Kebakaran hutan di Indonesia berandil 15-30% dari emisi dunia.

Aktivis lingkungan telah memperingatkan kementrian kehutanan. Pada kenyataannya perusahaan itu memiliki konsensi di hutan rawa gambut yang penting secara ekologis.

Aliran Sungai Putri menuju sungai kapuas melewati wilayah hutan rawa dan danau yang luar biasa indahnya. Di wilayah lahan basah – wilayah air tawar terbesar di Asia ini, orang utan memiliki kesempatan besar untuk bertahan hidup.

Tuntutlah pemerintah agar segera melindungi hutan gambut di Sungai Putri dengan efektif.

Latar belakang

Berita tentang perusahaan kayu Mohairson Pawan Khatulistiwa di situs Mongabay dalam bahasa Inggris. Ke dalam konsern mana perusahaan ini termasuk, hingga kini belum jelas.

https://news.mongabay.com/2017/03/alarms-raised-as-timber-firm-said-to-pierce-one-of-indonesias-last-orangutan-strongholds/

Ulasan lainnya tentang rawa air tawar di Kalimantan Barat yang luas yang masih tersisa:

http://www.mongabay.co.id/2012/12/27/mongabay-travel-danau-sentarum-danau-pasang-surut-terluas-di-asia-tenggara/

Berita tentang penemuan populasi orang utan di wilayah Sungai Putri di tahun 2007:

http://www.independent.co.uk/environment/nature/hidden-colony-of-orang-utans-is-discovered-in-the-forests-of-borneo-761325.html

Surat

Kepada: Bapak Presiden Joko Widodo, Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya, Deputi Badan Restorasi Gambut Ibu Myrna Safitri, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat Bapak Marcellinus Tjawan

Yang terhormat Presiden Joko Widodo, yang terhormat Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya, Deputi Badan Restorasi Gambut Ibu Myrna Safitri, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat Bapak Marcellinus Tjawan,

Kekayaan Indonesia akan hutan hujan dan rawa gambut dengan diversitasnya yang luar biasa tidak saja berharga bagi negara, tapi juga sangat berguna bagi seluruh umat manusia. Setelah bencana kebakaran di tahun 2015, Anda telah berupaya melindungi hutan hujan primer dan terutama hutan rawa gambut demi kelestarian iklim dan biodiversitas.
Namun rencana PT.Mohairson Pawan Khatulistiwa membangun perkebunan di Sungai Putri, Kabupaten Ketapang – Kalimantan Barat malah merusak hutan rawa gambut yang secara ekologis sangat berharga. Hal ini dilakukan juga oleh perusahaan kayu dan minyak sawit lainnya.
Sungai Putri merupakan salah satu habitat bagi populasi orang-utan di Kalimatan yang masih tersisa. Wilayah ini merupakan wilayah basah air tawar yang penting secara global.
Saya memohon Anda untuk segera menghentikan ekspansi ini. Moratorium yang telah Anda keluarkan harus berlaku bagi seluruh perusahaan.

Dengan hormat

Please sign

Help us reach 200.000:

154.171
aktivitas sebelumnya