Hentikan penebangan hutan di pulau Woodlark!

Kuskus Kuskus woodlark terancam bila hutan di ditebang (Foto: Eleanor Clapp) (© Eleanor Clapp)

Di sebuah pulau terpencil di Papua Niugini tinggal Kuskus Woodlark. 6000 penduduk di pulau itu melestarikan tempat tinggalnya karena mereka hidup bersatu dengan alam. Kini perusahaan Kulawood akan menebang 30.000 hektar hutan hujan. Kuskus Woodlark terancam punah.

seruan

Kepada: Perdana Mentri Papua Nugini Peter O'Neill dan jawatan yang bertanggung jawab

Selamatkan Kuskus Woodlark

Membaca surat

Pemusnahan hutan di pulau Woodlark merupakan perusakan alam yang tiada bandingnya. Habitat bagi lebih dari 40 tumbuhan dan hewan endemis dirusak; katak, reptil, serangga, siput dan juga kuskus woodlark – jenis hewan berkantung yang aktif di malam hari. Ilmuwan menduga masih banyak spesies lainnya yang belum dikenal di pulau yang belum pernah diteliti secara sistematis. Pulau ini terletak 270 kilometer jauhnya dari pulau papua Nugini.

Akan tetapi perusahaan asing terus saja menyerbu pulau kecil itu. Kini perusahaan kulawood sedang menjalankan proyek yang membuat keresahan disana. Jawatan kehutanan gagal total karena mereka menerima dokumen yang punya begitu banyak kesalahan.

Menurut PNGi, Kulawood akan menebang 30.000 hektar hutan dan menjual 840.000 kubikmeter kayu. Nilai jualnya berkisar 87 juta US-Dollar.

Bisa jadi penebangan telah dimulai: Foto satelit menunjukkan penebangan di tengah tahun 2019 meningkat dan jalanan disepanjang daerah tak berhuni diperpanjang.

Penebangan kayu ini disarukan sebagai proyek pertanian yang konon akan ditanam pohon kakao, karet dan akasia.

Hanya: tanah dan iklimnya tidak layak. Pemasaran produksi dari pulau Woodlark yang terpencil sulit. Penduduk dibiarkan untuk tidak mengetahui akan adanya penebangan dan dampak bagi kehidupan mereka.

Proyek ini punya satu pola yang tersebar di Papua Niugini: Investor menyaru sebagai perusahaan lokal dan menjanjikan mengembangkan pertanian. Akhirnya dengan tameng itu perusahaan ini menjarah hutan.

6000 penduduk di pulau itu tak berdaya untuk menentang perusakan di tempat tinggalnya. Kita harus bantu mereka! Tolong tanda tangani petisi kami.

Latar belakang

„Panggung evolusi!“ „Permata biologis!“ „Terpesona dengan spesies-spesies langka!“ Para ilmuwan senang sekali bila mereka berbicara tentang kekayaan alam pulau Woodlark.

Ada 7 jenis katak yang hanya terdapat di pulau ini. Juga 4 jenis hewan reptil, 7 tumbuhan, 19 siput dan 4 serangga dimana dua diantaranya masih belum mempunyai nama ilmiah. Para peneliti telah menangkap beberapa spesies katak dan ular, dimana masih perlu diteliti lagi apakah hewan-hewan tersebut hanya hidup di tpulau itu (endemis).

Pasti masih ada spesies lainn yang masih belum ditemukan“, ujar Fred Kraus dari Universitas of Michigan sebagai orang yang pertama kali menjelaskan kehidupan empat spesies disana. Pulau itu masih menyimpan rahasia, sebab pulau ini belum pernah diteliti dengan sistematis. „Setiap hutan besar di Papua Nugini unik dan merupakan habitat bagi spesies khusus dan mungkin endemis, terutama binatang tak bertulang punggung“, ungkap Bruce Beehler seorang ahli ilmu burung.

Penduduk asli hidup bersatu dengan alam

Sejak berabad-abad penduduk asli disana hidup bersatu dengan alam.“Pulau ini merupakan contoh unik bagi sistim yang sosial dan ekologis dimana sejak 2000 tahun bahkan lebih manusia dan alam hidup bersamaan“, ujar seorang antropolog Frederick H. Damon. Ia telah meneliti di pulau itu selama 30 tahun.

Sejak generasi penduduk setempat memanfaatkan hutan dengan hati-hati. Mereka membuat kebun, memelihara babi dan berburu. Menurut Global Forest Watch penduduk setempat dari tahun 2000 hingga 2012 telah menebang hutan sekitar 1437 hektar. Hal ini berarti 1,7 persen dari luas pulau itu. Namun dari masa itu telah tumbuh pula hutan baru dengan luas 287 hektar. Berarti luas wilayah yang belum hijau kembali hanya 1,3 persen.

Jawatan anti korupsi memberikan peringatan

Untuk kesekian kalinya beberapa perusahaan berusaha mengekspolitasi alam Woodlark. Tahun 2008 sebuah perusahaan minyak sawit menyerbu pulau itu. Menyusul tahun 2014 perusahaan kayu yang mencurigakan Karridale, kemudian masuk perusahaan tambang Kula Gold dan Geopacific. Sekarang Kulawood akan menebang 30.000 hektar hutan.

Organisasi PNGi telah meneliti masalah Kulawood dengan seksama dan tanggal 5.7.2018 telah mengirim surat kepada menajemen kehutanan dan jawatan anti korupsi.

Informasi latar belakang

http://news.mongabay.com/2014/0428-hance-woodlark-logging.html

http://news.mongabay.com/2014/0922-hance-woodlark-island-logging-endemics.html

http://news.mongabay.com/2014/1021-hance-alert-woodlark.html

2007/2008:http://news.mongabay.com/2007/1213-woodlark.html

Kuskus di daftar merah: http://www.iucnredlist.org/details/16846/0



Surat

Kepada: Perdana Mentri Papua Nugini Peter O'Neill dan jawatan yang bertanggung jawab

Yang terhormat Bapak Perdana Mentri Peter O'Neill, yang terhormat ibu-ibu dan bapak-bapak,

6000 penduduk pulau Woodlark hidup selaras dengan hutan di tempat kediaman mereka. Disana terdapat sedikitnya 42 spesies endemis, diantaranya kuskus woodlark. Ilmuwan yakin bahwa masih banyak spesies yang belum dikenal yang tersembunyi di pulau itu.

Meskipun begitu perusahaan Malaysia Karridale Limited akan menebang hutan seluas 17.600 hektar (seperlima luas pulau). Menurut masyarakat perusahaan itu akan menebang lebih dari dua kali lipat.

Masyarakat menolak proyek itu. Banyak yang terkejut dan cemas akan nasib alam mereka. Peneliti khawatir bahwa banyak jenis hewan akan kehilangan habitatnya.

Kami memohon Anda untuk serius menanggapi penduduk dan menghentikan proyek tersebut.

Petisi ini tersedia dalam bahasa-bahasa berikut:

213.217

Bantulah kami mencapai 250.000:

aktivitas sebelumnya