Pelindung Hutan Indonesia menuntut: ­ Stop Biodiesel!

orang utan duduk diatas dahan Perkebunan sawit menghancurkan habitat orang utan, menghantar pada pengrusakan hutan dan perampasan tanah (Foto montase SOB - IAR Indonesia)

Biofuel bukanlah energi yang terbarukan! Presiden Jokowi mensubsidi biodiesel secara masif dan menuntut 20 persen dari diesel berasal dari minyak sawit. Jumlah ini merupakan kuota tertinggi di dunia. Politik ini menyokong perusahaan besar di atas penderitaan orang utan dan manusia. Tanda tangani petisi kami menentang subsidi ini.

Berita & update seruan

Kepada: Presiden Joko Widodo

Indonesia mensubsidi biofuel dan menargetkan kuota biofuel sebesar 20%. Pemerintah seharusnya menghentikan kebijakan ini.

Membaca surat

Aktivis Lingkungan di Indonesia protes keras.

„Satu-satunya kelompok yang mengambil keuntungan dari politik ini adalah industri sawit swasta“, demikian Zenzi Suhadi dari LSM WALHI.„Perampasan tanah ini dibiayai oleh uang pajak dari masyarakat kecil“.

Mulai 2016 kuota biodiesel berjumlah 20%, luar biasa, kuota tertinggi di dunia. Ini berarti ancaman serius bagi hutan hujan, manusia dan hewan.

Subsidi ini mendustai segala janji untuk melestarikan hutan hujan. Bohong besar! Hal ini bukanlah politik energi terbarukan melainkan jalan bebas bagi penghancuran hutan hujan.

Iklim akan terganggu. Petani kecil dan masyarakat adat kehilangan tanahnya. Uang pajak tidak digunakan bagi rakyat miskin dan perlindungan lingkungan.

Industri minyak sawit di Indonesia berjuang menentang jatuhnya harga dan masalah penjualan di pasar dunia. Bantuan dana akan mendorong permintaan domestik.

Setiap liter biodiesel dibantu secara masif. Penjualan jadi aman berkat kuota yang tinggi dan program bantuan selanjutnya hanyalah menghasilkan politik yang fatal.

Biofuel dari etanol juga disubsidi. Satu juta hektar hutan dimusnahkan.

Tolong dukung dengan tandatangan Anda aktivis lingkungan Indonesia untuk mencegah subsidi.

Latar belakang

Update 2016

20% kuota biofuel

Mulai 2016 kuota biodiesel di Indonesia menjadi 20%, di masa berikutnya 30%. Negara lain tidak membuat kuota setinggi ini. Kenaikan ini memakai lebel „energi terbarukan“. Namun kenyataannya hanya beberapa produsen biofuel dan perusahaan perkebunan yang dibantu.

http://www.thejakartapost.com/news/2016/01/07/after-b20-policy-biomass-our-energy-future.html

Biomassa: 300.000 hektar perkebunan baru hingga 2019

Di masa depan, selain biofuel, energi dari biomassa juga akan masif dibantu. 300.000 hektar perkebunan baru akan mensuplai kayu bagi pembangkit listrik.

https://itto-d2.r-cms.jp/files/user/mis/MIS1-15Jan2016.pdf

Pajak ekspor minyak sawit mentah

Pajak ekspor minyak sawit mentah 50 US$ per ton tidak mengalir ke anggaran keuangan negara, jadi bukanlah bentuk pajak yang sebenarnya, melainkan mengalir ke sebuah lembaga dana spesial yang memberikan subsidi bagi produsen biodiesel. Di lembaga dana ini perusahaan raksasa Wilmar, Smart (Sinar Mas), Salim Group dan Astra memiliki wakilnya, demikian kritik NGO CPO Watch dengan titelnya: „Di balik biaya ekspor minyak sawit mentah (CPO) duduk empat perusahaan raksasa minyak sawit“.

http://www.aktualita.co/indonesia-cpo-watch-pungutan-ekspor-cpo-untungkan-4-raksasa-kebun-sawit/8091/

Selanjutnya CPO-Watch: dua mentri telah membohongi Presiden. Petani dan pedaganag kecil menanggung bebannya, sebab pajak ini dan segala peraturan yang terkait memberikan banyak peluang bagi pemilik perkebunan dan produsen minyak sawit besar. Mereka menentukan harga CPO, mereka memiliki akses yang lebih mudah atas tanah milik petani kecil. Dengan jatuhnya harga CPO petani kecil tidak bisa lagi membayar kreditnya (biasanya penghasilan mereka dari buah segera dipotong 30%, bahkan bisa 50%) dan dengan terpaksa menjual tanah mereka kepada perusahaan besar.

CPO Watch menuntut Jokowi untuk menarik kembali peraturan ekspor.

Pemenangnya adalah Sinar Mas!

Tahun 2015 Sinar Mas mengumumkan pembangunan tenaga listrik bio massa.

http://www.thejakartapost.com/news/2015/01/08/sinar-mas-develop-biomass-power-plants.html

Subsidi:

http://www.mongabay.co.id/2015/02/09/subsidi-bbm-lari-ke-biodiesel-bioethanol-berpotensi-picu-deforestasi-dan-perampasan-lahan-mengapa/

Surat

Kepada: Presiden Joko Widodo

Bapak Presiden Joko Widodo,

Masyarakat Eropa sejak bertahun-tahun mempunyai pengalaman buruk dengan subsidi biofuel. Kami mendengar rencana Anda mensubsidi biofuel dan etanol dengan uang pajak. Dengan begitu Anda mendukung juga ekspansi perkebunan dan pengrusakan hutan hujan.

Organisasi HAM dan lingkungan hidup di Indonesia khawatir atas deforestasi yang merajarela, penggusuran sejumlah besar petani kecil dan masyarakat adat.

Saat kini di Indonesia terdapat lebih dari 10 juta hektar perkebunan sawit, dimana disana di beberapa tahun yang lalu masih tumbuh hutan hujan.

Latar belakang rencana Anda rupanya perusahaan minyak sawit meresahi profitnya. Lewat subsidi bagi usaha ini penduduk daerah dan lingkungan harus membayar tinggi dan ini tidak bisa diterima.

Oleh karena itu tolong Anda singkirkan subsidi biofuel yang merugikan ini.

Dengan hormat

Berita & update

Petisi ini tersedia dalam bahasa-bahasa berikut:

Tolong tandatangani

Bantulah kami mencapai 300.000:

276.597
aktivitas sebelumnya