Skip to main content
Cari
Warga asli Papua di perahu dengan busur dan anak panah
Potret dari film Pesta Babi: Masyarakat adat Papua melawan deforestasi terbesar di zaman kita (© WatchDoc)
Desa di hutan rimba Papua
Lokasi syuting: Sebuah desa di wilayah selatan Papua. Pesta babi menyimbolkan kesatuan dan kebersamaan warga Papua (© WatchDoc)
Tulisan Pesta Babi dengan latar belakang berwarna merah
Sebuah film tentang kolonialisme di zaman kita (© WatchDoc)

Pesta Babi - Sebuah film tentang deforestasi dan perlawanan di Papua

4 Mei 2026Indonesia: Film „Pesta Babi“ sangat mengejutkan. Di bawah kepemimpinan militer, Indonesia melangsungkan perusakan hutan hujan terbesar di zaman kita. Tapi masyarakat adat Papua melawan. Lihat trailer film ini di sini. Di bulan September 2026 Pesta Babi akan diputar di Eropa.


Update 16 Mei: Pihak keamanan menentang „Pesta Babi” 

Film „Pesta Babi" telah diputar di 800 lokasi; di 30 di antaranya militer, intelijen dan kepolisian melarang pemutaran film itu. Beberapa perguruan tinggi tidak mengizinkan, sementara beberapa tempat lain takut menayangkannya.

Pesta Babi adalah sebuah film tentang cepatnya deforestasi di Papua. Di sana pemerintah Indonesia membangun perkebunan yang sangat besar, tanpa menghiraukan masyarakat adat Papua dan alam. Yang ditanam adalah padi, tapi terutamanya adalah tebu untuk produksi etanol sebagai campuran bensin dan minyak sawit untuk produksi biodiesel.  Ini adalah deforestasi terbesar di dunia - yang konon untuk bahan bakar terbarukan.

Film dari pembuat film dokumentasi terkenal WatchDoc yang bekerja sama dengan Pusaka, Jubi, Greenpeace dan Ekspedisi Indonesia Baru telah menghentak perhatian publik. Film ini menunjukkan bagaimana brutalnya dan cepatnya proyek-proyek yang dikendalikan pemerintah Indonesia untuk dilaksanakan. Film ini juga menggambarkan negara Indonesia sebagai kekuatan kolonial yang bertindak semaunya. Setelah 60 tahun penindasan dan pemerasan, negara Indonesia membuka lembaran baru. Ribuan tentara dikirim ke Tanah Papua untuk mengamankan perusakan hutan, perampasan lahan dan pemusnahan kehidupan masyarakat adat.

Trailer Pesta Babi, 3 menit dengan terjemahan bahasa Inggris

Masyarakat adat Papua melawan. Mereka menandai batas teritorial mereka dengan kayu salib yang bermeter-meter tingginya. Mereka menghalangi jalan masuk 2000 ekskavator. Mereka meneriakkan: „Papua bukan tanah kosong!“ dan sesudahnya merayakan Pesta Babi, sebuah tradisi suci yang menyimbolkan kesatuan dan kebersamaan serta penghayatan nilai-nilai masyarakat adat dan penghargaan antar warga.

Sejak tayangan perdana di Indonesia bulan maret 2026, Pesta Babi telah membuka kesadaran ribuan penonton. Di bulan september 2026 film itu diputar juga di  Belanda, Prancis, Jerman dan di Swiss.

Dukung perjuangan Papua, tanda tangani petisi kami
Hentikan PSN Merauke di hutan suku Marind!

Update 16 Mei: Keamanan menentang “Pesta Babi”

Menurut Ekspedisi Indonesia Baru sudah tercatat ada 800 tempat di seluruh Indonesia yang memutar film Pesta Babi (13 Mei 2026). Tapi di 30 tempat diantaranya film itu tidak bisa diputar, karena dilarang oleh berbagai pihak. Seperti yang terjadi di Universitas Mataram dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Pihak rektorat Universitas Mataram menjelaskan bahwa larangan pemutaran film ini untuk menjaga kondusivitas demi persatuan dan kesatuan bangsa dan supaya tidak ada pihak yang merasa tersinggung karena issue film tersebut. Para mahasiswa yang sudah berkumpul di kampus untuk menonton film itu melakukan protes. Di Ternate (Maluku Utara) militer melarang pemutaran film itu dan membubarkan penonton yang sudah berkumpul. Alasannya karena judul film itu dan banner-nya provokatif. Di Sumbawa Barat tepatnya di sekretariat HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) terjadi peristiwa yang sama.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Oblgl5cV9sI

Pada 9 april 2026 di kecamatan Dompu (NTB) pihak intelijen mengintimidasi pihak penyelenggara pemutaran film Pesta Babi bahkan mengawasi di sepanjang acara pemutaran film. Di SMAN 1 Sungayan (Sumatra Barat) pihak intelijen juga melarang pemutaran film ini. Pada 9 mey 2026 di Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi di kecamatan Suralaga (Lombok Timur) wakil rektor bersama polisi membubarkan dengan paksa acara nonton film ini. Selain itu sejumlah tempat di Jogjakarta menolak untuk menjadikan tempatnya sebagai tempat pemutaran film Pesta Babi, karena mereka khawatir mendapat intimidasi.

Sumber: https://ylbhi.or.id/informasi/siaran-pers/pelarangan-pemutaran-film-pesta-babi-adalah-pelanggaran-hukum-dan-tindakan-yang-mengangkangi-konstitusi/

Halaman ini tersedia dalam bahasa berikut:

Petisi aktual, latar belakang dan informasi lanjutan

Pesan buletin kami sekarang.

Tetap up-to-date dengan newsletter gratis kami - untuk menyelamatkan hutan hujan!