Masyarakat adat Laman Kinipan penerima penghargaan Akademi Jakarta 2021

Masyarakat adat Dayak Tomun dari Laman Kinipan Kami menolak: hutan hujan yang kaya raya diganti dengan monokultur sawit (© Mahendra Safrudin) Poster Doku KINIPAN Kinipan, sebuah film dokumenter tentang penebangan hutan di masa pandemi (© WatchDoc / Global Film) Masyarakat Kinipan menghalau logger dan alat berat SML Masyarakat adat yang konsisten dan gigih memperjuangkan hak-hak dasar manusia, lingkungan hidup (© Save Our Borneo)

30 Jun 2021

Penghargaan yang istimewa didapat masyarakat adat Laman Kinipan di Kalimantan Tengah. Pada 28 juni 2021 mereka telah memperoleh penghargaan dari Akademi Jakarta sebab mereka dengan “konsekuen dan gigih melindungi hutan hujan tropis agar tidak berubah menjadi perkebunan sawit, demi kesejahteraan masyarakat dan tanggung jawab kepada generasi mendatang“.

Komunitas adat Laman Kinipan (Lamandau, Kalimantan Tengah) yang terdiri dari 239 keluarga dan 938 jiwa bergantung hidup pada hutan. Tapi semenjak perusahaan perkebunan SML menebang hutan yang sejak dulu menjadi sumber kehidupan mereka, bertekadlah mereka untuk melawan. Perjuangan mereka telah berlangsung bertahun-tahun. Aksi protes, masukan kepada pihak yang bertanggung jawab secara politik dan petisi kami: Selamatkan hutan Kinipan meskipun sejauh kini telah dilakukan tapi keputusan akhir masih ditunggu.

Tapi ada satu yang sudah berhasil: Kinipan telah menarik banyak perhatian masyarakat Indonesia. Sejak film dokumenter dari WatchDoc Kinipan – sebuah film tentang penebangan hutan hujan di masa pandemi ditayangkan pada april 2021, Kinipan telah menjadi simbol bagi perjuangan yang serupa untuk melestarikan hutan. Film tersebut sangat sukses. Belum pernah film dokumenter di Indonesia sebelumnya yang memiliki begitu banyak penonton. Hanya dalam satu bulan terdapat lebih dari satu juta penonton, dan dalam dua bulan lebih dari dua juta.

 

Senin, 28 Juni 2021, seniman Remy Sylado dan Masyarakat Adat Laman Kinipan yang gigih melindungi hutan hujan tropis Indonesia, telah menerima Penghargaan Akademi Jakarta 2021.

Ketua AJ 2020 - 2025, Seno Gumira Ajidarma mengemukakan, penghargaan tersebut merupakan penghargaan kebudayaan dianugerahkan kepada masyarakat yang konsisten dan gigih memperjuangkan hak-hak dasar manusia, lingkungan hidup - alam dan sosial - untuk kepentingan kemanusiaan dan keadilan yang lebih luas sebagai tanggung jawab terhadap generasi baru di masa depan.

Video: Penyerahan penghargaan dari Akademi Jakarta 2021

Effendi Buhing, Ketua Masyarakat Adat Laman Kinipan: "Terimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Akademi Jakarta untuk masyarakat adat Laman Kinipan, walau itu bukan tujuan kami. Kami minta hak hidup. Jangan rampas hutan kami, akui indentitas kami sebagai masyarakat adat dari NKRI yang kami cintai sejak nenek moyang kami! Kenapa ruang hidup kami diganggu dengan seribu janji? Tengoklah kami, listrik dan sinyal internetpun tidak ada."

Anggota Akademi Jakarta, I. Sandyawan Sumardi menuturkan, penghargaan Akademi Jakarta kepada masyarakat adat Laman Kinipan ini karena mereka teguh melindungi hutan hujan tropis dari ancaman pengubahan menjadi lahan perkebunan sawit. Masyarakat adat Kinipan, termasuk di dalamnya etnis Dayak Tomun berdomisili di Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

“Dari hutan mereka mengambil rotan, karet, durian, jengkol, obat-obatan, kayu bakar, madu, ikan, binatang buruan, kayu untuk membangun rumah dan lainnya”, kata Sandyawan yang bertugas membacakan pertimbangan penghargaan kepada Kinipan.

Hutan, kata Sandyawan, bukan sekadar penyedia kebutuhan hidup. Komunitas adat Laman Kinipan tak habis pikir: “Mengapa hutan yang bernilai ekonomi tinggi, diganti dengan tanaman sawit yang harganya hanya Rp 900 sampai 1.400 per kilogram.” Hutan adalah juga ruang hidup dan identitas serta basis kehidupan sosial budaya komunitas. Kegigihan masyarakat Kinipan menjaga hutannya bukan hanya terkait dengan keberlangsungan hidup masyarakatnya tetapi juga mencegah pemburukan kualitas hidup masyarakat di wilayah hilir di Kabupaten Lamandau.

Kinipan adalah gerbang menuju hutan pegunungan di Kalimantan yang sebagian besar masih cukup utuh sejauh ini. Di dataran rendah bagian selatan terdapat perkebunan kelapa sawit berkilo-kilometer panjangnya milik perusahaan-perusahaan besar. Minyak sawit akhirnya tiba di pedagang besar seperti Wilmar dalam bentuk yang disebut "Bio"-Diesel, bahan makanan yang diproduksi secara industri serta produk kesehatan dan pembersih.